potretsukabumi.com | sukabumi – Ribuan warga memadati kawasan Perum Bukit Cidahu Asri, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (16/8/2026). Mereka antusias mengikuti kemeriahan Karnaval dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya peserta yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Beragam busana tradisional ditampilkan dalam parade, mencerminkan keberagaman budaya yang hidup di tengah masyarakat Perum Bukit Cidahu Asri.
Tak hanya parade pakaian adat, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya. Penampilan tari Jaipong, pencak silat, serta kesenian tradisional lainnya turut menjadi daya tarik yang menghibur warga sepanjang acara.
Antusiasme masyarakat pada pelaksanaan karnaval tahun ini juga disebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Panitia mencatat partisipasi warga meningkat hingga sekitar dua kali lipat.
Ketua RW 06 Perum Bukit Cidahu Asri, Bripka Rodiansyah, mengatakan kemeriahan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kekompakan dan semangat gotong royong warga yang berada di lingkungan RT 21 hingga RT 26.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sudah berjalan yang keenam kalinya. Setiap tahun selalu ada peningkatan dan tahun ini peningkatannya sangat luar biasa, sekitar 100 persen,” ujar Rodiansyah di lokasi kegiatan.
Menurutnya, konsep karnaval tahun ini sengaja mengangkat keberagaman budaya Nusantara. Hal tersebut sejalan dengan kondisi masyarakat Perum Bukit Cidahu Asri yang berasal dari berbagai latar belakang suku dan daerah.
“Bukan hanya satu budaya atau budaya Sunda saja. Di sini masyarakatnya beragam, sehingga budaya Nusantara yang ada kami tampilkan. Ini menjadi bentuk penghargaan terhadap keberagaman budaya yang dimiliki masyarakat,” katanya.
Selain menjadi hiburan dalam memeriahkan HUT RI, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenalkan dan melestarikan seni budaya kepada generasi muda. Penampilan Jaipong, pencak silat, parade pakaian adat, serta berbagai kesenian lainnya membuat suasana karnaval berlangsung semarak.
Dorong Gotong Royong dan Pembenahan Lingkungan
Momentum perayaan tersebut juga dimanfaatkan pengurus RW untuk memperkuat solidaritas warga sekaligus mendorong pembenahan lingkungan permukiman.
Rodiansyah mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah program penataan sarana dan lingkungan yang akan dilakukan secara bertahap selama masa kepemimpinannya pada periode kedua.
Pembenahan tersebut mencakup perbaikan jalan dan penataan lingkungan dengan mengandalkan swadaya serta semangat kerja bakti masyarakat.
Program tersebut ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu minimal tiga tahun dan maksimal lima tahun.
“Target kami minimal tiga tahun dan maksimal lima tahun, selama masa jabatan periode kedua ini, program penataan lingkungan bisa selesai dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pondokaso Tonggoh, Hendi yang akrab disapa Openg, mengapresiasi pelaksanaan karnaval tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini mampu mempererat silaturahmi sekaligus menjaga keberagaman dan kearifan budaya di tengah masyarakat.
Ia berharap kegiatan karnaval dapat terus dikembangkan dan ke depannya menjadi salah satu potensi wisata budaya yang mampu menarik perhatian masyarakat dari luar wilayah.
“Walaupun berbeda-beda budaya, kita tetap satu tujuan,” tegas Hendi.
Kemeriahan Karnaval Perum Bukit Cidahu Asri turut disaksikan jajaran Muspika Kecamatan Cidahu, tokoh adat Kasepuhan Girijaya, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai lingkungan sekitar.
Perpaduan parade baju adat, Jaipong, pencak silat dan berbagai kesenian tradisional lainnya menjadi gambaran semangat kebersamaan warga dalam merayakan HUT Kemerdekaan RI sekaligus menjaga keberagaman budaya Nusantara.
Reporter : Ujang Ramdan



