potretsukabumi.com | SUKABUMI — Potensi hasil samping dari aktivitas pengolahan ikan di Kabupaten Sukabumi dinilai masih dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Salah satunya dengan mengolah sisa pengolahan ikan menjadi tepung ikan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, mengungkapkan potensi sisa pengolahan fillet ikan di wilayah Kabupaten Sukabumi mencapai sekitar 500 kilogram per hari atau sekitar 10 ton per bulan.
Potensi tersebut dinilai cukup besar apabila dikelola secara terstruktur dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha hingga masyarakat.
Pemanfaatan hasil samping pengolahan ikan menjadi salah satu bagian dari upaya mendorong hilirisasi produk perikanan. Sisa pengolahan yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat diolah kembali sehingga memiliki nilai tambah dan membuka peluang ekonomi baru.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga mendorong pengembangan industri diversifikasi produk nonpangan berbasis potensi lokal di Sukabumi. Salah satu peluang yang dikembangkan adalah pemanfaatan sisa pengolahan ikan sebagai bahan baku tepung ikan.
Selain dari aktivitas pengolahan, hasil samping dari kegiatan pendaratan dan penanganan ikan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan.
Data KKP menyebutkan hasil samping aktivitas pendaratan, penanganan, dan pengolahan ikan di PPN Palabuhanratu berada pada kisaran 50–100 kilogram per hari.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor perikanan Kabupaten Sukabumi tidak hanya memiliki potensi dari hasil tangkapan dan budidaya, tetapi juga dari pengolahan hasil samping yang selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan.
Pengembangan pengolahan limbah atau hasil samping ikan menjadi produk bernilai tambah juga dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal. Namun, diperlukan pengelolaan yang terstruktur, teknologi pengolahan yang sesuai, serta kemitraan antar-stakeholder agar potensi tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan tersebut, termasuk memetakan potensi bahan baku, pelaku usaha, serta peluang pasar dari produk hasil pengolahan.
Dengan potensi sisa pengolahan yang mencapai sekitar 10 ton per bulan, pemanfaatan hasil samping ikan menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan untuk memperkuat nilai tambah sektor perikanan sekaligus membuka peluang usaha baru di Kabupaten Sukabumi.




