Potret Sukabumi — Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas meluncurkan Sekolah Lapang Penerapan Tanam Padi Pertanian Modern-Advance Agriculture System (PM-AAS). Kegiatan berlangsung di Kampung Cijambe Girang, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Jumat (30/10/2026).
Andreas meminta petani terus mengembangkan produksi dan inovasi pertanian. Menurutnya, sektor pertanian juga mendukung visi pembangunan agroindustri Kabupaten Sukabumi.
Ia berharap metode PM-AAS dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Metode pertanian modern ini menargetkan hasil panen hingga 10 ton per hektare.
Selain itu, Andreas mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Ia juga meminta dinas terkait membantu petani dalam memenuhi kebutuhan pupuk dan benih.
Ketua Kelompok Substansi Pendaftaran dan Pelepasan Varietas Tanaman PVTPP, Nani Suwarni, menjelaskan hasil penerapan PM-AAS di Sukabumi. Uji penerapan di Kecamatan Palabuhanratu dan Waluran bahkan mencapai 11,2 ton per hektare.
Karena itu, pemerintah akan memperluas sekolah lapang PM-AAS. Program ini direncanakan menjangkau 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Kegiatan pembelajaran bagi petani juga dijadwalkan mulai pada pekan berikutnya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, H. Aep Majmudin, menjelaskan tujuan sekolah lapang tersebut. Para petani akan belajar bersama untuk meningkatkan hasil produksi melalui pola tanam PM-AAS.
Melalui program ini, pemerintah berharap produktivitas padi terus meningkat. Selain itu, penerapan teknologi pertanian modern diharapkan mendukung swasembada pangan dan kesejahteraan petani.




