Potretsukabumi.com | SUKABUMI – Masyarakat adat Kasepuhan Girijaya, Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, menggelar tradisi Seren Taun Nampa Taun Mapag Taun bertepatan dengan datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung pada 4–5 Juli 2026 ini menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil bumi sekaligus memohon keberkahan dalam menjalani kehidupan di tahun yang baru.

Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut tidak hanya menjadi bagian dari ritual adat, tetapi juga menjadi simbol kuat dalam menjaga nilai-nilai budaya, kebersamaan, serta hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Kepala Desa Girijaya, Dindin Saripudin, mengatakan bahwa Seren Taun merupakan warisan budaya yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat adat. Menurutnya, pelaksanaan tradisi ini menjadi bentuk komitmen masyarakat dalam mempertahankan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.
“Seren Taun merupakan identitas budaya masyarakat Kasepuhan Girijaya. Kami berharap tradisi ini terus lestari dan dapat diwariskan kepada generasi penerus sebagai kekayaan budaya yang membanggakan Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diisi dengan prosesi adat, doa bersama, serta berbagai pertunjukan seni tradisional yang melibatkan tokoh adat, masyarakat, dan tamu undangan. Kehadiran masyarakat dalam setiap prosesi mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.

Melalui penyelenggaraan Seren Taun Nampa Taun Mapag Taun 1448 Hijriah, masyarakat Kasepuhan Girijaya berharap nilai-nilai adat, budaya, dan kebersamaan tetap terjaga serta mampu menjadi daya tarik budaya yang memperkaya potensi wisata berbasis kearifan lokal di Kabupaten Sukabumi.




