potretsukabumi.com – sukabumi | Museum Palagan Bojongkokosan menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang cukup populer di Kabupaten Sukabumi, khususnya di kalangan pelajar.
Museum ini dibangun sebagai bentuk penghargaan terhadap para pejuang Sukabumi yang berjuang melawan pasukan Sekutu (Inggris) yang datang dari arah Bogor menuju Sukabumi pada masa awal kemerdekaan.

Berlokasi di kawasan Monumen Palagan Bojongkokosan, tepatnya di Jalan Siliwangi No. 75, Parungkuda, museum ini berada di jalur nasional sehingga mudah diakses oleh pengunjung. Kawasan tersebut juga ditandai dengan monumen patung yang menggambarkan perlawanan rakyat dalam pertempuran yang dikenal sebagai Palagan Bojongkokosan.
Saat berkunjung, pengunjung akan diajak mengikuti alur kunjungan ke dua ruang pameran utama yang menyimpan berbagai koleksi bersejarah.
Pada ruang pameran pertama, terdapat sejumlah vitrin yang berisi benda peninggalan perang, seperti baling-baling dan kaca jendela pesawat, serta foto dan nama-nama pahlawan yang gugur dalam Pertempuran Bojongkokosan.
Sementara itu, ruang pameran kedua menampilkan miniatur masterplan kawasan Palagan Bojongkokosan yang ditempatkan di tengah ruangan. Selain itu, terdapat tujuh minirama (maket) yang menggambarkan rangkaian peristiwa, mulai dari penyusunan kekuatan, musyawarah strategi, penyerbuan ke Perkebunan Cirohani, hingga pertempuran, pemboman Cibadak oleh Angkatan Udara Inggris, proses evakuasi korban, dan pemakaman para pahlawan.
Berdasarkan catatan sejarah, pasukan Sekutu bersama NICA datang dari arah Bogor menuju Sukabumi dengan kekuatan sekitar satu batalyon. Kedatangan tersebut kemudian dihadang oleh pejuang dan masyarakat Sukabumi di kawasan Bojongkokosan.
Pertempuran ini terjadi dalam dua tahap. Pertama berlangsung pada 9 hingga 12 Desember 1945, sedangkan pertempuran kedua terjadi pada 10 hingga 14 Maret 1946 dengan intensitas yang lebih besar dan menimbulkan korban di kedua pihak.
Dalam pertempuran tersebut, kondisi yang terjadi sangat tidak seimbang. Pasukan Sekutu dilengkapi persenjataan modern, sementara pejuang Indonesia hanya mengandalkan senjata sederhana seperti bambu runcing serta semangat juang yang tinggi.
Meski demikian, perlawanan yang dilakukan berhasil memberikan tekanan kepada pasukan Sekutu dan menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan di Jawa Barat. Nama-nama pahlawan yang gugur dalam peristiwa tersebut kini diabadikan dalam bentuk prasasti sebagai bentuk penghormatan.

Peristiwa Bojongkokosan juga memiliki kaitan dengan Bandung Lautan Api, mengingat jalur strategis Jakarta–Bogor–Sukabumi–Bandung merupakan jalur penting pergerakan militer Sekutu saat itu.
Kini, Museum Palagan Bojongkokosan tidak hanya menjadi tempat mengenang sejarah, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat yang ingin memahami perjuangan bangsa secara langsung.
Reporter : Ramdan



