potret sukabumi | cidahu – Memanfaatkan lahan sempit bukan lagi halangan untuk menanam sayuran sendiri. Hal ini dibuktikan oleh Ramdan, warga Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, yang berhasil membudidayakan caisim atau sawi hijau di pekarangan rumah menggunakan bekas gelas plastik sebagai wadah tanam.
Dengan memanfaatkan gelas plastik bekas yang biasanya menjadi limbah rumah tangga, Ramdan menyulap area pekarangannya menjadi kebun sayur sederhana. Metode ini dinilai hemat biaya, ramah lingkungan, dan cocok diterapkan oleh masyarakat yang memiliki lahan terbatas.
Menggunakan Media Tanam Sederhana
Menurut Ramdan, media tanam yang digunakan merupakan campuran beberapa bahan yang mudah diperoleh, yaitu:
- Tanah subur
- Sekam bakar
- Sekam mentah
- Cocopeat
Seluruh bahan dicampur hingga merata agar media tetap gembur, mampu menyimpan air, serta memberikan ruang yang baik bagi pertumbuhan akar tanaman.
Bekas gelas plastik terlebih dahulu dilubangi pada bagian bawah agar kelebihan air dapat keluar dan akar tidak mudah membusuk.
Penyemaian dan Penanaman
Benih caisim disemai hingga memiliki beberapa helai daun. Setelah bibit cukup kuat, tanaman dipindahkan ke dalam bekas gelas plastik yang telah diisi media tanam.
Setelah proses pindah tanam selesai, bibit disiram secukupnya agar mampu beradaptasi dengan media baru.
Perawatan Rutin
Agar pertumbuhan tanaman tetap optimal, Ramdan melakukan penyiraman setiap pagi dan sore hari, terutama saat cuaca cerah.
Selain itu, tanaman juga mendapatkan nutrisi tambahan berupa pupuk AB Mix yang diberikan satu kali dalam seminggu sesuai dosis anjuran. Pemupukan rutin membantu daun tumbuh lebih hijau, segar, dan mempercepat pertumbuhan tanaman.
Selama masa budidaya, gulma yang tumbuh di sekitar tanaman juga dibersihkan agar tidak mengganggu penyerapan nutrisi.
Siap Dipanen dalam Waktu Singkat
Dengan perawatan yang rutin, caisim umumnya sudah dapat dipanen pada umur sekitar 21 hingga 30 hari setelah tanam. Tanaman dapat dipanen dengan cara mencabut beserta akarnya atau memotong pangkal batang menggunakan pisau yang bersih.
Ramdan berharap metode sederhana ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber sayuran segar sekaligus mengurangi limbah plastik melalui penggunaan kembali bekas gelas minuman sebagai media tanam.




