potretsukabumi.com – Tumpukan sampah kembali ditemukan di saluran air yang berada di perbatasan Desa Pondokkaso Tonggoh, Kecamatan Cidahu, dengan Desa Babakanjaya, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Padahal, lokasi tersebut sebelumnya telah dibersihkan oleh pemerintah setempat bersama berbagai unsur terkait.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Sabtu (7/11/2026), sampah terlihat kembali menggunung di sepanjang aliran saluran air. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu banjir, mengingat kawasan tersebut kerap terdampak genangan saat musim hujan.
Camat Cidahu, Lenni Nurliah, menjelaskan bahwa kegiatan pembersihan terakhir dilaksanakan pada 28 Agustus 2026. Saat itu, kegiatan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), kepolisian, TNI, PGRI, relawan, Pramuka melalui Kwartir Ranting, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (P2BK), serta Taruna Siaga Bencana (Tagana).
“Iya, beberapa bulan yang lalu waktu saya baru diangkat jadi Camat Cidahu itu sudah dibersihkan. Tapi pas hujan kemarin, hujan pertama, ada lagi. Kebawa hanyut lagi kayaknya ke sungai,” ujar Lenni.
Menurutnya, saat pembersihan sebelumnya terdapat dua lokasi yang menjadi titik penumpukan sampah. Kedua titik tersebut berada di lahan milik Kepala Desa Pondokkaso Tonggoh dan di pinggir kawasan pabrik garmen PT Sun Suka Abadi (SSA).
Lenni menyebutkan, seluruh sampah di kedua lokasi tersebut saat itu berhasil dibersihkan. Bahkan, area tanah milik kepala desa yang sebelumnya menjadi tempat penumpukan sampah kini telah ditutup, termasuk bagian pinggir jalan.
“Alhamdulillah, waktu itu sampahnya sudah dibersihkan sampai habis. Bahkan, lokasi di tanah Pak Kades Pondokkaso Tonggoh sudah ditutup sampai sekarang, termasuk area di pinggir jalan,” katanya.
Meski demikian, tumpukan sampah kembali terlihat di sekitar saluran air dekat kawasan PT SSA setelah hujan turun beberapa minggu lalu. Lenni menduga sampah tersebut berasal dari aliran sungai yang melintasi kawasan pabrik, kemudian terbawa arus hingga akhirnya tersangkut dan menumpuk di lokasi tersebut.
Untuk mengatasi persoalan itu, pihak Kecamatan Cidahu berencana mengajak masyarakat Desa Pondokkaso Tonggoh melaksanakan kerja bakti pada Minggu (8/11/2026).
Lenni berharap warga, khususnya yang tinggal di sekitar saluran air dan kawasan yang kerap menjadi titik pembuangan sampah, dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Kebetulan memang hari Minggu besok kita punya jadwal mau ngajak masyarakat bebersih. Mudah-mudahan ada masyarakat yang hadir,” ungkapnya.
Ia juga membandingkan kegiatan pembersihan sebelumnya yang lebih banyak melibatkan unsur pemerintah dan lembaga terkait, sementara partisipasi masyarakat masih minim.
“Kalau bulan kemarin pas bersih-bersih, saya mengajak OPD, Kapolsek dan Danramil, PGRI, Kwaran. Masyarakatnya tidak ada yang hadir. Nah, besok saya mengajak masyarakat yang memang suka membuang sampah ke situ, dari Gang Paroha sampai Pondokkaso Tonggoh. Mudah-mudahan hadir dan banyak yang ikut,” tuturnya.
Melalui kegiatan kerja bakti tersebut, pemerintah kecamatan berharap kesadaran dan keterlibatan masyarakat semakin meningkat. Dengan begitu, persoalan penumpukan sampah di saluran air tidak terus berulang dan risiko banjir di kawasan perbatasan Cidahu-Parungkuda dapat diminimalkan.



