potretsukabumi.com | SUKABUMI – Desa Wisata Hanjeli yang berlokasi di Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, mendapat kunjungan istimewa dari perwakilan 45 perguruan tinggi atau universitas dari berbagai daerah di Indonesia.
Kunjungan yang difasilitasi Universitas Persada Indonesia Yayasan Administrasi Indonesia (UPI YAI) Jakarta tersebut diikuti lebih dari 100 peserta. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi Desa Wisata Hanjeli untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, serta kearifan lokal kepada kalangan akademisi dari berbagai perguruan tinggi.
Founder Desa Wisata Hanjeli, Asep Hidayat atau yang akrab disapa Bah Asep, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran puluhan perwakilan kampus menjadi bentuk kepercayaan terhadap upaya pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal.
Bah Asep menyampaikan bahwa kunjungan tersebut diikuti oleh 45 kampus dari berbagai wilayah Indonesia dengan jumlah peserta lebih dari 100 orang.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bukan hanya sebatas agenda kunjungan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun hubungan, bertukar pengetahuan, serta membuka peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), yang melibatkan mahasiswa, akademisi, dan masyarakat setempat dalam kegiatan pembelajaran serta pemberdayaan bersama.
Menurut Bah Asep, keterlibatan berbagai elemen masyarakat Desa Wisata Hanjeli menjadi nilai penting dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat budaya gotong royong sekaligus menciptakan peluang baru untuk mendorong kemajuan desa.
Ia juga berharap pertemuan dengan kalangan akademisi dari berbagai daerah tersebut dapat menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan dalam mengembangkan potensi yang dimiliki Desa Wisata Hanjeli.
Bah Asep menegaskan, pihaknya akan terus mendorong Desa Wisata Hanjeli agar berkembang menjadi ruang edukasi, kolaborasi, dan inspirasi bagi masyarakat luas.
Baginya, kegiatan tersebut membuktikan bahwa desa memiliki peluang besar untuk melahirkan gagasan dan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia melalui penguatan potensi lokal.




