POTRETSUKABUMI.COM | Kamis, 15 Januari 2026, Bogor – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menepis isu yang beredar di media sosial terkait dugaan ledakan di tambang emas Pongkor, Jawa Barat, serta klaim ratusan pekerja terjebak di dalam area pertambangan.
Manajemen Antam memastikan kabar tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Sekretaris Perusahaan Antam, Wisnu Danandi, dalam keterangan tertulis pada Kamis (15/1/2026), menegaskan bahwa tidak pernah terjadi ledakan di tambang Pongkor dan seluruh karyawan berada dalam keadaan aman.
“Informasi mengenai adanya ledakan dan pekerja yang terjebak di area pertambangan adalah tidak benar,” ujar Wisnu.
Ia menambahkan, operasional perusahaan hingga saat ini tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti. Menurutnya, video yang viral di media sosial hanyalah dokumentasi dari aktivitas penanganan teknis rutin di area tambang bawah tanah.
BACA JUGA : Pemkab Sukabumi Bersama DPMD Jabar Lakukan Verval Korban Bencana
“Kondisi tersebut telah diantisipasi dan ditangani sesuai prosedur keselamatan kerja dan standar operasional perusahaan, termasuk melalui pengendalian ventilasi serta pengamanan area kerja,” jelasnya.
Wisnu juga menyampaikan bahwa perusahaan telah berkoordinasi dengan pihak berwenang dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi, serta selalu merujuk pada sumber resmi.
Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan kepulan asap di tambang emas Pongkor, Kabupaten Bogor, pada Selasa dini hari (13/1/2026). Video tersebut memicu spekulasi adanya gas beracun dan kecelakaan kerja di lokasi tambang.
Menanggapi hal itu, General Manager Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor Antam, Nilus Rahmat, menjelaskan bahwa asap muncul sekitar pukul 00.30 WIB di salah satu area kerja bawah tanah pada level 700. Asap tersebut diduga berasal dari pembakaran kayu penyangga.
“Pada saat kejadian, kadar karbon monoksida (CO) sempat meningkat hingga 1.200 ppm, jauh melampaui ambang batas aman 25 ppm. Seluruh pekerja di area terdampak langsung dievakuasi,” ujar Nilus, seperti dikutip dari Antara, Rabu (14/1/2026).
Ia kembali menegaskan bahwa tidak ada karyawan Antam yang mengalami luka maupun terjebak di dalam tambang, serta seluruh aktivitas operasional tetap berada dalam kondisi terkendali.




