Potret Sukabumi — Bupati Sukabumi H Asep Japar mendampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI Kepala BKKBN Wihaji dalam kegiatan Temu Kader Tim Pendamping Keluarga di Kecamatan Kabandungan. Kegiatan ini dirangkaikan dengan pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis 3B bagi ibu hamil, baduta, dan balita sebagai upaya pencegahan stunting di Kabupaten Sukabumi.
Menteri Wihaji menyampaikan bahwa stunting dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Faktor tersebut meliputi pernikahan usia dini, pemenuhan gizi yang belum optimal, serta keterbatasan akses air bersih dan sanitasi. Ia menyoroti masih adanya praktik pernikahan dini di Sukabumi yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko stunting pada anak.
Bupati Sukabumi mengapresiasi kehadiran Menteri BKKBN yang membawa langsung program antisipasi stunting ke tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa persoalan stunting dan gizi merupakan isu fundamental yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Program MBG 3B disebut sebagai investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan tangguh menuju Indonesia Emas 2045.
Bupati menekankan peran penting kader TPK dalam memastikan distribusi MBG 3B tepat sasaran. Kader bertugas menyalurkan bantuan, memberikan edukasi gizi seimbang, serta mendampingi keluarga penerima manfaat secara langsung. Dedikasi kader memastikan makanan aman, sehat, dan sesuai kebutuhan ibu hamil serta anak-anak.
Ia mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi dari tingkat kabupaten hingga posyandu. Dengan kolaborasi yang konsisten, Bupati optimistis angka stunting di Kabupaten Sukabumi dapat ditekan secara signifikan dan kualitas keluarga terus meningkat.
Kepala Dinas BKKBN Kabupaten Sukabumi Eka Nandang menambahkan bahwa kolaborasi pusat dan daerah terus diperkuat. Ia optimistis pelaksanaan program MBG 3B di Kecamatan Kabandungan berjalan optimal dan berdampak nyata. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan keluarga rawan stunting dan rutilahu di Desa Kabandungan dan Desa Tugu Bandung.




