sukabumi | potretsukabumi.com – Pemerintah Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, resmi meluncurkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tenjojaya yang ditandai dengan panen perdana sektor pertanian pada Kamis (22/1/2026). Langkah ini menjadi awal upaya desa dalam memperkuat perekonomian masyarakat melalui optimalisasi potensi lokal secara berkelanjutan.
Direktur BUMDes Tenjojaya, Dodi Supriadinata, menjelaskan bahwa pada tahap awal operasional, BUMDes memfokuskan pengembangan usaha di bidang pertanian, terutama budidaya talas pratama serta sayuran hidroponik. Program tersebut didukung alokasi Dana Desa sebesar 20 persen yang diarahkan untuk ketahanan pangan, dengan nilai anggaran mencapai kurang lebih Rp230 juta.
“Alhamdulillah, hari ini kami mulai memperkenalkan unit usaha BUMDes di sektor pertanian. Ke depan, pengembangan usaha tidak hanya berhenti di pertanian saja, tetapi akan diperluas ke sektor peternakan dan perikanan. Saat ini kami masih melakukan penyesuaian anggaran dasar sambil terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk pengembangan selanjutnya,” ujarnya.
Dalam hal pemasaran, BUMDes Tenjojaya telah menggandeng sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di wilayah Kecamatan Cibadak. Tingginya permintaan, khususnya untuk produk sayuran hidroponik, menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan usaha tersebut.
“Permintaan pasar cukup tinggi, bahkan saat ini kami masih belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan karena keterbatasan stok. Ke depan, kami berencana menjalin kerja sama dengan BUMDes lain yang bergerak di bidang serupa agar suplai bisa terpenuhi,” jelas Dodi.
BACA JUGA : Panen Bawang Merah, BUMDes Cijalingan Buktikan Ketahanan Pangan Berbasis Desa
Ia menambahkan, masa panen sayuran hidroponik sebenarnya berlangsung setiap satu bulan. Namun, pola tanam diatur secara bergilir agar panen dapat dilakukan setiap pekan, sehingga distribusi kepada mitra dapat berjalan stabil dan berkesinambungan.
Selain bekerja sama dengan SPPG, pihak BUMDes juga telah membuka komunikasi dengan sejumlah restoran di wilayah Bogor dan Jakarta. Meski demikian, untuk sementara waktu distribusi hasil panen masih difokuskan pada pemenuhan kebutuhan SPPG, seiring penyesuaian kapasitas produksi.
Di sisi lain, Kepala Desa Tenjojaya, Jamaludin Azis, menilai peresmian BUMDes Tenjojaya sebagai momentum strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi desa.
“Hari ini kita meresmikan BUMDes Tenjojaya yang bergerak di bidang pertanian, seperti budidaya talas pratama dan sayuran hidroponik. Harapannya, ke depan BUMDes ini bisa berkembang ke sektor lain, termasuk peternakan. Tentunya kami berharap adanya dukungan dari dinas terkait, khususnya Dinas Peternakan,” tuturnya.
BACA JUGA : Raker BUMDES Mitra Warga: Upaya Desa Pasirhalang Majukan Ekonomi dan Kesejahteraan Warga
Melalui keberadaan BUMDes Tenjojaya, Pemerintah Desa berharap dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru, meningkatkan pendapatan desa, serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat secara berkelanjutan.




