Potret Sukabumi — Palang Merah Indonesia bersama Palang Merah Jepang menggencarkan penguatan mitigasi bencana melalui Program School and Community Resilience yang dilaksanakan sepanjang Januari 2026. Program ini menyasar desa dan sekolah sebagai basis utama pembangunan ketangguhan masyarakat menghadapi bencana.
Country Coordinator Palang Merah Jepang di Indonesia, Teuku Awaluddin, mengatakan program ini merupakan hasil kerja sama berkelanjutan antara PMI dan Palang Merah Jepang. Kegiatan dirancang untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat secara sistematis, baik di tingkat desa maupun lingkungan pendidikan.
Di tingkat desa, program difokuskan pada Pelatihan Manajemen Tanggap Darurat Bencana yang melibatkan unsur pemerintah desa, anggota Siaga Bencana Berbasis Masyarakat, dan tokoh masyarakat. Peserta dilatih mengelola dapur umum, melakukan asesmen kebutuhan, serta mendistribusikan bantuan secara mandiri sebelum bantuan eksternal datang. Pelatihan telah dilaksanakan di Desa Cidadap, Cisolok, dan Cikahuripan.
Sementara di sektor pendidikan, kegiatan dilakukan melalui simulasi kebencanaan, lomba mewarnai bertema mitigasi, serta pemilihan Duta Kesiapsiagaan Sekolah di jenjang SD, SMP, dan SMA. Program ini juga menanamkan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari pengurangan risiko bencana. PMI dan Palang Merah Jepang berharap program ini mampu menciptakan desa dan sekolah yang lebih siap, mandiri, dan tangguh menghadapi bencana.




