Potret Sukabumi — Bupati Sukabumi H Asep Japar meresmikan instalasi reaktor biogas dan Rumah Pengering Bertenaga Surya di Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan. Fasilitas ini merupakan hasil kolaborasi Pemkab Sukabumi dan Yayasan Rumah Energi melalui Program Pro Women 3 yang telah berjalan sekitar satu tahun di wilayah Pelabuhanratu dan sekitarnya.
Direktur Eksekutif Yayasan Rumah Energi Sumanda Tondang menyampaikan bahwa peresmian ini menjadi simbol komitmen menuju energi bersih dan inklusif. Yayasan Rumah Energi telah beroperasi selama 13 tahun di 20 provinsi dengan implementasi sekitar 30 ribu reaktor biogas rumah tangga. Instalasi di Simpenan menjadi yang pertama di Indonesia yang mengintegrasikan reaktor biogas dengan dapur MBG. Limbah dapur sekitar 80 kilogram per hari diolah menjadi biogas yang mampu menghasilkan energi memasak hingga lima jam per hari.
Selain itu, Solar Dryer House dihadirkan untuk membantu petani bawang di Desa Loji. Teknologi ini memungkinkan proses pengeringan hasil panen tanpa bergantung pada cuaca. Kualitas dan nilai jual produk meningkat. Program ini mendapat dukungan penuh dari PT Insight Investment Management.
Bupati menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Ia menilai pemanfaatan limbah dapur menjadi energi dan pupuk cair turunan biogas dapat memperkuat sektor pertanian dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Ia menegaskan inovasi ini mendukung swasembada pangan dan penciptaan lapangan kerja. Pada akhir kegiatan dilakukan penyerahan simbolis pupuk cair hasil biogas dan hasil panen bawang sebagai wujud integrasi energi terbarukan dan ketahanan pangan desa.




