Potret Sukabumi — Desa Berdampak Sukabumi mulai dikembangkan melalui penunjukan Desa Purwasari Kecamatan Cicurug dan Desa Kalapanunggal Kecamatan Kalapanunggal sebagai bagian program Desa Berdampak 2026 dari Kementerian Dalam Negeri.
Kedua desa tersebut diproyeksikan menjadi percontohan pengembangan desa berbasis Smart Village di Kabupaten Sukabumi.
Program Desa Berdampak kini memasuki tahap penelitian dan wawancara mendalam yang dilakukan Kemendagri bersama akademisi Universitas Indonesia dan Universitas Muhammadiyah Sukabumi di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Rabu (13/5/2026).
Kepala DPMD Kabupaten Sukabumi Ahmad Samsul Bahri mengatakan terpilihnya dua desa dari total 381 desa di Kabupaten Sukabumi menjadi kebanggaan sekaligus tantangan dalam pengembangan desa.
Menurutnya, program tersebut fokus pada penguatan tata kelola pemerintahan desa, kelembagaan, hingga pemanfaatan teknologi informasi agar pembangunan desa lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Fasilitasi Kerjasama Lembaga Pemerintah Desa dan BPD Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Dr Ir Zanariah berharap Desa Purwasari dan Desa Kalapanunggal dapat menjadi pilot project pembangunan desa berbasis kolaborasi dan inovasi.
Kemendagri menilai sinergi antara pemerintah desa, BPD, dan lembaga adat menjadi faktor penting dalam mewujudkan pembangunan desa yang harmonis, maju, dan berkelanjutan.




