Potret Sukabumi — Pemerintah Kabupaten Sukabumi memperingati Hari Desa Nasional 2026 di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi. Kegiatan diikuti perwakilan 47 kepala desa dari total 381 desa dan dihadiri Bupati Sukabumi Asep Japar, Sekda Ade Suryaman, Forkopimda, camat, Apdesi, serta lembaga kemasyarakatan desa. Peringatan mengusung tema Bangun Desa untuk Indonesia Emas 2045.
Bupati Sukabumi menegaskan desa tidak lagi menjadi objek pembangunan, melainkan subjek dan ujung tombak penggerak ekonomi nasional. Pemkab Sukabumi berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui penguatan potensi lokal dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.
Bupati menyebut Koperasi Desa Merah Putih sebagai instrumen strategis penggerak ekonomi kerakyatan. Koperasi diharapkan mampu mengonsolidasikan potensi pertanian, perikanan, UMKM, hingga distribusi dan pemasaran produk desa. Ia meminta kepala desa mengawal percepatan pembangunan koperasi sebagai bentuk sinergi nyata untuk kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Bupati mendorong lahirnya desa inovatif yang mampu membaca peluang, beradaptasi dengan perubahan, dan kreatif menjawab tantangan zaman. Desa dituntut memanfaatkan potensi secara optimal agar pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kepala DPMD Kabupaten Sukabumi Ahmad Samsul Bahri menyampaikan peringatan Hardesnas menjadi pengingat bahwa desa merupakan fondasi utama pemerintahan dan pembangunan nasional. Ia menekankan pentingnya sinergi pusat, daerah, dan desa serta tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.
Rangkaian Hardesnas juga diisi dengan kegiatan gotong royong bakti desa yang dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi. Acara ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada desa berprestasi. Peringatan Hardesnas 2026 tingkat nasional dipusatkan di Boyolali, Jawa Tengah.




